Cara menghitung skor TPA

Cara menghitung skor TPA tidak hanya berdasarkan jumlah jawaban benar, tetapi juga dapat melibatkan konversi ke skor standar sesuai norma. Karena itu, pahami sistem skoring penyelenggara agar hasil tes dapat ditafsirkan secara tepat dan adil.

Mengetahui cara menghitung skor TPA dapat membantu peserta memahami hasil latihan, memperkirakan kemampuan yang dimiliki, dan menentukan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan. Namun, perhitungan skor Tes Potensi Akademik tidak selalu cukup dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar.

Setiap penyelenggara tes dapat menggunakan jumlah soal, sistem penilaian, rentang skor, serta kelompok norma yang berbeda. Karena itu, rumus yang digunakan pada satu jenis TPA belum tentu dapat diterapkan pada tes dari penyelenggara lain.

Pada TEPAD atau Tes Potensi Akademik yang dikembangkan sebagai alat ukur potensi akademik, proses penghitungan dilakukan melalui dua tahap utama. Pertama, jawaban peserta dihitung menjadi skor mentah. Kedua, skor mentah tersebut dikonversi menjadi skor standar berdasarkan kelompok norma yang sesuai.

Apa Itu Skor TPA?

Skor TPA adalah angka yang menggambarkan performa seseorang dalam mengerjakan soal-soal yang mengukur kemampuan akademik umum. Kemampuan tersebut biasanya berkaitan dengan penalaran verbal, numerikal, logis, analitis, dan spasial.

Skor TPA tidak hanya digunakan untuk melihat berapa banyak soal yang berhasil dijawab dengan benar. Dalam tes yang menggunakan norma, skor tersebut juga menunjukkan posisi peserta dibandingkan dengan kelompok lain yang memiliki karakteristik relatif sama.

Sebagai contoh, peserta lulusan SMA sebaiknya dibandingkan dengan kelompok norma SMA atau sederajat. Peserta dengan pendidikan S1 dibandingkan dengan norma S1, begitu pula peserta S2 dan S3. Penggunaan kelompok pembanding yang tepat membuat interpretasi hasil menjadi lebih adil dan relevan.

Apakah Semua Skor TPA Dihitung dengan Rumus yang Sama?

Tidak. Cara menghitung nilai TPA bergantung pada sistem skoring yang digunakan oleh penyelenggara tes.

Ada penyelenggara yang menggunakan perhitungan sederhana berdasarkan proporsi jawaban benar. Ada pula yang menggunakan skor standar berdasarkan distribusi nilai kelompok norma.

Rumus sederhana yang sering ditemukan dalam latihan TPA dengan rentang nilai 200–800 adalah:

Skor TPA = (Jumlah jawaban benar ÷ jumlah seluruh soal) × 600 + 200

Sebagai contoh, peserta menjawab benar 200 dari 250 soal:

Skor TPA = (200 ÷ 250) × 600 + 200

Skor TPA = 0,8 × 600 + 200

Skor TPA = 680

Rumus tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan hasil latihan apabila penyelenggara memang menetapkan rentang skor 200–800 dengan transformasi linear tersebut. Rumus ini tidak dapat dianggap sebagai rumus universal untuk seluruh jenis TPA. Beberapa penyelenggara menggunakan jumlah soal dan metode konversi yang berbeda.

Cara Menghitung Skor TPA TEPAD

Dalam TEPAD, penghitungan skor dilakukan secara bertahap. Peserta tidak langsung memperoleh skor akhir hanya dari persentase jawaban benar.

Berikut tahapan perhitungannya.

1. Memberikan Skor pada Setiap Jawaban

Setiap soal TEPAD memiliki satu jawaban benar. Ketentuan skor dasarnya adalah:

Jenis jawaban

Skor

Jawaban benar

1

Jawaban salah

0

Tidak dijawab

0

TEPAD tidak menggunakan pengurangan nilai atau penalti untuk jawaban salah. Artinya, jawaban yang salah dan soal yang tidak dijawab sama-sama memperoleh skor 0.

Sebagai contoh, apabila peserta mengerjakan 20 soal dan berhasil menjawab 15 soal dengan benar, skor mentah peserta adalah 15.

2. Menghitung Skor Mentah Setiap Domain

TEPAD terdiri atas tiga domain kemampuan utama, yaitu:

Domain

Jumlah soal

Rentang skor mentah

Verbal

45 soal

0–45

Numerikal

45 soal

0–45

Spasial

40 soal

0–40

Total

130 soal

0–130

Skor setiap domain diperoleh dengan menjumlahkan seluruh jawaban benar pada domain tersebut.

Skor verbal

Skor verbal merupakan jumlah jawaban benar pada soal yang mengukur kemampuan memahami kata, hubungan antarkonsep, bacaan, dan penalaran berbasis bahasa.

Skor numerikal

Skor numerikal merupakan jumlah jawaban benar pada soal yang berkaitan dengan deret, aritmetika, aljabar, hubungan angka, dan pemecahan masalah kuantitatif.

Skor spasial

Skor spasial merupakan jumlah jawaban benar pada soal penalaran diagramatik, pola gambar, serial, dan matriks.

Meskipun skor domain menunjukkan jumlah jawaban benar, perbandingan langsung antardomain perlu dilakukan secara hati-hati. Domain verbal dan numerikal masing-masing memiliki 45 soal, sedangkan domain spasial memiliki 40 soal.

3. Menghitung Skor Mentah Total TPA

Setelah skor setiap domain diketahui, langkah berikutnya adalah menjumlahkan skor verbal, numerikal, dan spasial.

Rumus skor mentah total adalah:

Xt = Xv + Xn + Xs

Keterangan:

  • Xt = skor mentah total TPA;
  • Xv = skor mentah domain verbal;
  • Xn = skor mentah domain numerikal;
  • Xs = skor mentah domain spasial.

Contohnya, seorang peserta memperoleh:

  • Skor verbal: 35
  • Skor numerikal: 40
  • Skor spasial: 38

Perhitungannya adalah:

Xt = 35 + 40 + 38

Xt = 113

Dengan demikian, peserta memperoleh skor mentah total sebesar 113 dari maksimal 130.

Skor 113 tersebut belum menjadi skor akhir. Angka tersebut baru menunjukkan jumlah keseluruhan soal yang berhasil dijawab dengan benar.

4. Menghitung Skor Z

Skor mentah perlu dikonversi agar dapat menunjukkan posisi peserta dibandingkan dengan kelompok norma. Konversi tersebut diawali dengan menghitung skor z.

Rumus skor z adalah:

zt = (Xt - Mt) ÷ SDt

Keterangan:

  • zt = skor z peserta;
  • Xt = skor mentah total peserta;
  • Mt = rata-rata skor mentah kelompok norma;
  • SDt = standar deviasi skor mentah kelompok norma.

Rata-rata dan standar deviasi tidak dapat ditentukan hanya dari hasil seorang peserta. Kedua nilai tersebut harus berasal dari data kelompok norma yang digunakan oleh penyelenggara tes.

Karena itu, peserta biasanya hanya dapat menghitung skor mentah secara mandiri. Untuk memperoleh skor standar resmi, peserta memerlukan informasi rata-rata dan standar deviasi dari kelompok normanya.

5. Mengubah Skor Z Menjadi Skor Standar TPA

TEPAD menggunakan skor standar dengan rata-rata 500 dan standar deviasi 100. Rumus konversinya adalah:

Skor Standar TEPAD = 500 + 100 × zt

Apabila rumus skor z dimasukkan secara langsung, rumus lengkapnya menjadi:

Skor Standar TEPAD = 500 + 100 × ((Xt - Mt) ÷ SDt)

Dalam sistem ini:

  • Skor 500 menunjukkan posisi rata-rata kelompok norma.
  • Skor di atas 500 menunjukkan posisi di atas rata-rata.
  • Skor di bawah 500 menunjukkan posisi di bawah rata-rata.

Skor standar membuat hasil peserta lebih mudah dipahami karena tidak hanya menunjukkan jumlah soal benar, tetapi juga posisi relatif peserta dalam kelompok pembanding.

Contoh Cara Menghitung Skor TPA

Seorang peserta memperoleh skor mentah total sebesar 92. Berdasarkan kelompok norma yang sesuai, diketahui:

  • Skor mentah peserta atau Xt = 92
  • Rata-rata kelompok norma atau Mt = 78
  • Standar deviasi kelompok norma atau SDt = 18

Langkah pertama: menghitung skor z

zt = (Xt - Mt) ÷ SDt

zt = (92 - 78) ÷ 18

zt = 14 ÷ 18

zt = 0,78

Langkah kedua: menghitung skor standar

Skor Standar TEPAD = 500 + 100 × zt

Skor Standar TEPAD = 500 + 100 × 0,78

Skor Standar TEPAD = 500 + 78

Skor Standar TEPAD = 578

Jadi, peserta memperoleh skor standar TPA sebesar 578. Dalam pelaporan, hasil perhitungan dapat dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.

Cara Membaca Skor TPA

Setelah mengetahui cara menghitung skor TPA, langkah selanjutnya adalah memahami kategori nilainya.

Kategori skor standar TEPAD adalah sebagai berikut:

Rentang skor TPA

Kategori

Interpretasi umum

> 700

Sangat Tinggi

Potensi akademik umum sangat menonjol dibandingkan kelompok norma

600–699

Tinggi

Potensi akademik umum berada di atas rata-rata kelompok norma

400–599

Sedang atau Rata-rata

Potensi akademik umum berada dalam rentang rata-rata kelompok norma

300–399

Rendah

Potensi akademik umum berada di bawah rata-rata kelompok norma

< 300>

Sangat Rendah

Potensi akademik umum jauh di bawah rata-rata kelompok norma

Berdasarkan kategori tersebut, skor 578 dalam contoh sebelumnya berada pada kategori Sedang atau Rata-rata. Namun, karena skor tersebut lebih tinggi dari titik rata-rata 500, posisi peserta berada pada bagian atas rentang rata-rata kelompok normanya.

Skor 600 atau lebih menunjukkan capaian yang berada di atas rata-rata. Sementara itu, skor 700 atau lebih menunjukkan kemampuan yang sangat menonjol dibandingkan kelompok pembanding.

Apakah Skor Mentah Bisa Langsung Diartikan?

Skor mentah tidak sebaiknya langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa kemampuan seseorang tergolong rendah, sedang, atau tinggi.

Sebagai contoh, skor mentah 90 dapat memiliki arti yang berbeda ketika dibandingkan dengan kelompok norma SMA dan kelompok norma S2. Pada kelompok tertentu, skor tersebut mungkin berada di atas rata-rata. Namun, pada kelompok yang berbeda, skor yang sama mungkin berada dalam kategori rata-rata.

Oleh karena itu, interpretasi yang tepat perlu mempertimbangkan:

  1. jumlah soal dalam tes;
  2. tingkat kesulitan butir soal;
  3. kelompok norma yang digunakan;
  4. rata-rata kelompok norma;
  5. standar deviasi kelompok norma;
  6. tujuan pelaksanaan tes; dan
  7. kondisi peserta ketika mengikuti tes.

Skor TPA juga sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan penting. Hasil tes perlu dipadukan dengan informasi lain, seperti prestasi akademik, hasil wawancara, pengalaman, motivasi, serta persyaratan dari institusi yang dituju.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Skor TPA

Menganggap semua TPA menggunakan rumus yang sama

Kesalahan yang paling umum adalah menggunakan rumus 200–800 untuk seluruh jenis TPA. Padahal, masing-masing penyelenggara dapat menggunakan sistem konversi yang berbeda.

Menganggap jumlah jawaban benar sebagai skor akhir

Jumlah jawaban benar hanya menghasilkan skor mentah. Pada tes berbasis norma, skor mentah masih perlu dikonversi menjadi skor standar.

Menggunakan norma yang tidak sesuai

Peserta dengan pendidikan SMA tidak seharusnya dibandingkan dengan kelompok norma S2 atau S3. Norma yang tidak tepat dapat menghasilkan interpretasi yang kurang akurat.

Membandingkan skor mentah antardomain secara langsung

Jumlah soal setiap domain dapat berbeda. Oleh sebab itu, skor verbal, numerikal, dan spasial sebaiknya dibandingkan menggunakan skor yang sudah dikonversi.

Menganggap skor TPA sebagai gambaran seluruh kecerdasan

TPA mengukur kemampuan yang berkaitan dengan potensi akademik. Hasilnya tidak secara langsung menggambarkan seluruh aspek kecerdasan, kepribadian, kreativitas, minat, motivasi, atau keberhasilan seseorang pada masa depan.

Cara Meningkatkan Skor TPA

Setelah memahami cara menghitung skor TPA, peserta dapat menggunakan hasil latihan untuk menentukan strategi belajar.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Kenali format tes yang akan diikuti. Pelajari jumlah soal, jenis subtes, durasi, dan sistem penilaian dari penyelenggara.
  2. Catat skor setiap domain. Jangan hanya melihat skor total. Perhatikan apakah kelemahan utama berada pada verbal, numerikal, atau spasial.
  3. Berlatih menggunakan batas waktu. Kecepatan dan ketepatan sama-sama berpengaruh terhadap jumlah soal yang dapat diselesaikan.
  4. Dahulukan soal yang lebih mudah. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal.
  5. Evaluasi kesalahan. Kelompokkan kesalahan berdasarkan kurang memahami konsep, kurang teliti, atau kehabisan waktu.
  6. Lakukan latihan secara bertahap. Mulai dari latihan per subtes, kemudian lanjutkan dengan simulasi lengkap.
  7. Jaga kondisi fisik dan konsentrasi. Istirahat yang cukup membantu peserta bekerja lebih teliti selama tes.

Karakteristik soal dan standar kelulusan dapat berbeda antara TPA untuk pendidikan, rekrutmen, beasiswa, maupun kebutuhan lainnya. Karena itu, persiapan perlu disesuaikan dengan tes yang benar-benar akan diikuti.

Kesimpulan

Cara menghitung skor TPA bergantung pada metode skoring yang ditetapkan oleh penyelenggara. Dalam perhitungan sederhana, skor dapat diperkirakan berdasarkan proporsi jawaban benar. Namun, pada TPA berbasis norma seperti TEPAD, prosesnya terdiri atas penghitungan skor mentah, skor z, dan skor standar.

Rumus skor standar TEPAD adalah:

Skor Standar TEPAD = 500 + 100 × ((Xt - Mt) ÷ SDt)

Peserta dapat menghitung skor mentah dengan menjumlahkan seluruh jawaban benar. Akan tetapi, penghitungan skor standar resmi membutuhkan rata-rata dan standar deviasi dari kelompok norma yang sesuai.

Dengan memahami perbedaan antara skor mentah dan skor standar, peserta tidak hanya mengetahui berapa banyak soal yang berhasil dijawab, tetapi juga dapat memahami posisi kemampuannya secara lebih tepat dibandingkan dengan kelompok pembanding.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung skor mentah TPA?

Skor mentah dihitung dengan menjumlahkan seluruh jawaban benar. Apabila jawaban benar diberi nilai 1, sedangkan jawaban salah dan tidak dijawab diberi nilai 0, jumlah skor akhir pada tahap tersebut sama dengan jumlah jawaban benar.

Apakah jawaban salah mengurangi skor TPA?

Hal ini bergantung pada penyelenggara. Dalam TEPAD, jawaban salah tidak mengurangi nilai. Jawaban salah dan tidak dijawab sama-sama mendapatkan skor 0.

Apa arti skor TPA 500?

Dalam sistem skor standar TEPAD, skor 500 menunjukkan bahwa posisi peserta berada pada rata-rata kelompok norma yang digunakan.

Apakah skor TPA 578 termasuk tinggi?

Berdasarkan kategori TEPAD, skor 578 termasuk kategori Sedang atau Rata-rata. Meskipun demikian, nilainya berada di atas titik rata-rata 500.

Berapa skor TPA yang bagus?

Skor yang dianggap bagus bergantung pada sistem penilaian dan persyaratan institusi. Dalam kategori TEPAD, skor 600–699 termasuk Tinggi dan skor 700 atau lebih termasuk Sangat Tinggi.

Bisakah peserta menghitung skor TPA sendiri?

Peserta dapat menghitung skor mentah dari jumlah jawaban benar. Namun, skor standar berbasis norma hanya dapat dihitung apabila rata-rata dan standar deviasi kelompok norma diketahui.

Mengapa skor mentah harus dikonversi?

Konversi diperlukan agar hasil peserta dapat dibandingkan secara lebih objektif dengan kelompok norma yang relevan. Jumlah jawaban benar saja belum menunjukkan apakah posisi peserta tergolong di bawah, setara, atau di atas rata-rata



Ikuti Tes TPA Online

Layanan tes TPA Online bersertifikat di TEPAD